Opini Soal CoronaVirus Covid19

Dear CoronaVirus a.k.a Covid19, kapan kamu stop menyebarkan dirimu ke orang-orang di dunia ini 🙁

Yak, jadi gue cukup resah dengan CoronaVirus atau wabah pandemik ini, karena sudah menginfeksi sekitar 838.000 orang lebih kalau dicek pada tanggal 1 April 2020 di Confirmed Cases di Dunia ini. 838.000 orang itu bukan angka yang sedikit, melainkan banyak, pake banget. Lo bisa cek langsung di website gisanddata.

gisanddata coronavirus realtime

Real Time CoronaVirus

Seperti yang kita tahu, bahwa Coronavirus Covid19 ini ditemukan pertama kali kasusnya ada di Wuhan, China. Dan kemudian menyebar ke seluruh belahan dunia melalui penularan infeksi manusia ke manusia, yang kemudian WHO menetapkan Coronavirus atau Covid19 ini sebagai pandemik.

Baca Juga: Kuliah Sambil Kerja, Enak Nggak Sih

Di Indonesia sudah ada 1500 orang terinfeksi positif corona/covid19, ini sudah mengkhawatirkan semua elemen masyarakat dan juga pemerintah, karena penularannya itu cepet banget bro.

Lo cuma bersentuhan dengan orang yang memiliki gejala atau sudah positif aja langsung bisa tertular, gila nggak? Kalo udah begini, yang jomblo seneng karena udah nggak bisa liat orang-orang pacaran lagi, hahaha.

Tapi efek dari coronavirus ini terkadang membuka pikiran semua orang dan mengubah cara pandang atau persepsi orang lain terhadap sesuatu, nggak sih? Gue bahas satu-per-satu ya soal efek ini.

  1. Ibadah
    Ibadah umumnya dilakukan di tempat ibadah sesuai agama masing-masing, tanpa disadari dengan adanya wabah ini kita dipaksa untuk beribadah di rumah, beribadah yang hanya kita dan Tuhan saja. Jadi memang pada dasarnya, hubungan manusia dan Tuhan itu ya memang berdua saja, tidak perlu orang lain tahu.
  2. Pernikahan
    Perinkahan umumnya dijalankan dan dilakukan semua umat manusia dengan beberapa tahapan: Akad Nikah atau Pemberkatan kemudian Resepsi, resepsi yang kita tahu ini kalau mau banyak orang dateng pasti butuh biaya banyak, puluhan juta hingga ratusan juta untuk dekorasi resepsi dan party resepsi yang dilakukan cuma semalam aja, semalam. Nabung bertahun-tahun, dihabiskan dalam waktu semalam aja, kebayang nggak? Padahal uang sebanyak itu bisa dipake untuk keperluan rumah tangga, investasi dan lain-lain.

    Karena sudah terlalu biasa dilakukan semua orang, sehingga hal seperti ini menjadi hal yang lumrah, padahal yang seharusnya dalam pernikahan itu cukup Akad Nikah atau Pemberkatan aja, karena itu menentukan sah atau tidaknya sebuah pernikahan.

    Dengan adanya wabah Coronavirus ini, memaksa orang yang ingin menikah hanya melalui Akad Nikah atau Pemberkatan saja, tidak perlu resepsi karena ditakutkan akan menjadi pusat penyebaran infeksi wabah.

Dan keluhan gue soal Coronavirus ini kepada orang-orang yang menjual dan menjadi penimbun barang-barang yang dibutuhkan saat ini seperti Masker, Hand Sanitizer, APD dan lain-lain, kalau kata Cinta di AADC “kalian nggak sadar yang kalian lakukan itu jahat?”.

Benar-benar jahat, mereka ini menaikkan harga pasar dengan alasan demand>supply, iya tahu sih demand lebih banyak, ya karena kalian yang menimbun, [email protected]#[email protected]#$%%[email protected]#@!#.

Maaf-maaf, gue jadi emosi.

Ini jadi menyadarkan gue bahwa yang lebih jahat daripada Virus adalah Manusia, manusia punya pikiran, pikiran itu nggak selalu baik, ada juga yang berbalik. Mereka yang berpikiran tidak baik ini menjadikan suatu musibah menjadi rezeki buat mereka, cara ini sebenarnya dilarang oleh semua agama. Dan gue rasa, orang-orang ini tidak melakukan agamanya dengan baik.

Mungkin ini aja opini dan keluhan gue soal Coronavirus Covid19, last but not least, gue suka quotes ini. Cheerio!

“Humanity above all”

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *